Jumat, 23 Desember 2011


” Kyu Jagi,,,Cepat masuk rumah, Hyun Joo pasti kedinginan. Dia nanti sakit.”teriakan Seohyun dari rumah melengking keras di telingaku. Kutatap jagoan kecilku yang duduk di atas salju.
“Hyun Joo~Jagoan Appa,, Ayo kita masuk rumah. Eommamu marah-marah di dalam rumah.” kutarik tubuh mungil Hyun Joo yang mulai dingin dan kugendong dia masuk rumah.


Musim salju ini adalah musim salju pertama bagi Hyun Joo. Setahun sudah umur jagoan kecilku. Hyun Joo tumbuh menjadi balita yang lucu, tampan, dan menggemaskan. Pipinya sangat chubby, bagaimana tidak chubby? Eommanya yang sangat cerewet, Seohyun sangat menjaga gizi makan Hyun Joo.

Kumasuki rumah dan kututup pintu utama rumah kami. Sejak 5 bulan yang lalu, kami sudah tidak tinggal di apartement lagi. Aku berhasil berbisnis dan berkuliah. Pendapatan dari bisnis yang kubangun, kugunakan untuk membeli rumah bagi keluarga kecilku. “Omo~ malaikat Eomma dingin sekali. Sini eomma peluk.” Seohyun mengambil Hyun Joo dari pelukanku dan mulai memeluk anakku.
“Seomma~ KyuAppa juga kedinginan.”rengekku menggodanya. Kupeluk istriku dari belakang dan kueratkan pelukanku dipinggangnya. “Huahahaha,,Hyun Joo~a,,Appamu cemburu padamu nak. Dia pengen Eomma peluk juga. Apa Eomma juga harus memeluknya? Apa kau mau berbagi pelukan dengannya?”tanya Seohyun pada Hyun Joo yang hanya tersenyum-senyum. Aku yang menyandarkan daguku di pundak Seohyun hanya dapat tertawa dan menatap gemas pada Hyun Joo.

“Ayolah Eomma,,Hyun Joo sudah mengizinkan.”rengekku ditelinga Seohyun. ” Andwaee…Cepat mandi sana. Sudah kusiapkan air hangat untukmu~jagi.” Seohyun berceramah sambil memencet hidung mancungku hingga memerah.
” Hah,,nenek sihir. Aku tidak akan mandi sebelum dapat pelukanmu seperti Hyun Joo.” kulepas pelukanku dan mulai berkacak pinggang kesal. “YAH,,Tuan Choi…Kau bilang apa? Nenek sihir? Sudah cepat mandi,,aku tidak mau dipeluk orang bau..Ppalli…Apa mau aku…” Ucapan Seohyun terpotong saat kubekap mulut bawelnya dengan bibirku. Huum cukup hangat walau tak sehangat pelukannya untuk Hyun Joo. #Astajim,, apa yang kau pikirkan Ditha?

“Muach,, nenek sihir gak boleh bawel.”ucapku meninggalkannya yang masih terpaku tak berkedip. Entah berapa kali aku melakukan hal itu padanya, mungkin beratusan kali tapi tingkah dan ekspresi yang dia perlihatkan selalu saja sama, kaget dengan muka bodoh tak berdosa.
“HUAH… Hyun Joo~a jangan tertawa,,Eomma malu. Appamu memang pabo, melakukan hal bodoh tidak tahu tempat. Masa ciuman di depan kamu yang masih baby. Hyun Joo~aa Apa muka Eomma merah? Haishh…”ucap Seohyun kesal sendiri.
* – * – * – *
Seohyun keluar dari kamar Hyun Joo dan berjalan mendekatiku yang sibuk memperhatikan layar lebar dihadapanku. Istriku mengambil tempat disampingku dan menatapku tanpa kedip. “Waeyo? Kenapa melihatku seperti itu? Apa Hyun Joo sudah tidur”tanyaku yang hanya melirik Seohyun. Terlihat kekesalan dan kejengkelan diwajah cantiknya. Dicubitnya kecil lengan tanganku.
“HUAHHHH…SAKIT…”

“SHUTT…Appa diamlah. Hyun Joo nanti bangun.” Seohyun membekap mulutku dengan tangan halusnya. Jarak kami sangat dekat, kupegang lengan tangannya yang membekap mulutku menjauh dariku. Keningku berkerut bingung dengan tingkahnya. “kau ini kenapa? Datang tiba-tiba, asal nyubit aja. Sakit ini.”gerutuku memegang lenganku yang tadi dicubitnya.
“Kau sih, siapa suruh asal cium-cium? Kita tadi di depan Hyun Joo, kau tidak boleh melakukannya. Bagaimana jika Hyun Joo menirukan kebiasaan burukmu? Itu tak baik untukPerkembangan Psikologi anak kita.” Seohyun mulai ceramah didepanku.
“Yah,,kau ini istriku. Jadi aku berhak melakukan apapun padamu. Kalau Hyun Joo mau meniru atau tidak, itu urusannya nanti. Jika nanti dia tampan, dia bisa melakukan apapun pada gadis-gadis.”jawabku enteng.

PLETAKK
Seohyun memukul kepalaku cukup keras. Aku hanya meringis kesakitan dan menatapnya jengkel. “Kau ini bicara apa? Bisa-bisanya berpikir seperti itu. OK, Aku istrimu dan kau bisa lakukan apapun padaku. Tapi, jangan di depan anak kita. AKU TAK MAU ANAKKU PLAYBOY SEPERTI KAU JAMAN DULU. Arraseo?” Aku hanya manggut-manggut mengiyakan perkataannya.
Seohyun merubah posisi duduknya kearah TV dan tak menatapku. Kugoyangkan kakiku menyentuh kaki jenjangnya. “Seohyun~a kau marah padaku?”
“Anio”jawabnya singkat
“Kau bohong,, Kau marah padaku.”
“Anio…Aku sungguh tak marah padamu.” elaknya tanpa melihat kearahku.
“Kalau kau tak marah. Lihat dan tatap aku.”pintaku padanya.
Seohyun terdiam dan terlihat berpikir. Dengan ragu dia mulai melirik dan menoleh kearahku.
CHU ♥ ♥
Kudaratkan satu kecupan di pipi kirinya. Lagi-lagi dia terkejut dan terdiam. Tanpa meminta ijinnya, aku tidur di pangkuannya.” Hei..Hei..Heeeiii..Nyonya Kyu? Are you ok?”seruku menatap Seohyun yang masih diam. “Haish, kau ini kenapa tidak bilang-bilang? Jangan mengejutkan aku terus. Kau sudah dua kali melakukan hal-hal mengejutkan padaku.”gerutu istriku yang menatapku dengan mata bulatnya.
“Hahahaha,,aku suka melihat tampang bodoh dan tak berdosamu saat aku mengejutkanmu. Seohyun~aa,,kau harus tahu. Aku sangat mencintaimu, hanya kau wanita yang ada dihatiku setelah eommaku. Kau harus tahu Aku rela melakukan apapun untukmu dan aku harap kau juga begitu.”ucapku seraya mengecup tangan kanan istriku. Seohyun tersenyum, dapat kulihat jelas rona merah di pipinya walau lampu ruang tengah ini sudah padam. Aku juga mulai merasakan jemari lentik menyisir rambut pendekku. “Nado My husband,, aku juga sangat mencintaimu,,sangat dan teramat sangat. Aku rela melakukan apapun untukmu Karena aku adalah istrimu.” Seohyun tersenyum kearahku.

“Hahahaha,,kau istri hebat. Oh, aku hampir lupa. Kau belum mengembalikan portableku yang kau sita seminggu lalu.”ucapku saat teringat akan barang kesayangku yang hilang. Air muka Seohyun yang senang langsung berubah. “Tak kan kukembalikan. Mainanmu akan kuwariskan pada Hyun Joo. Cepat berdiri,, aku capek mau tidur.”ucap Seohyun berubah jengkel. Aku bangun dari pangkuannya dan mulai merenggangkan otot-otot badanku. Seohyun pergi masuk kamar tanpa sepengetahuanku.
“Jagiya~ tunggu,, jangan kunci pintunya. Aku tak mau tidur diluar.”
# # # # # #
Kurasakan seseorang meniup-niup wajahku dengan kepala sedikit pening, kubuka kedua mataku yang masih lengket. Seorang malaikat cantik menatapku manis dengan senyumannya dan mendaratkan satu kecupan di pipi kananku yang berhasil membangunkan seluruh syarafku.”Morning..Hubby,, susahnya membangunkan suami tercintaku.”serunya dengan senyum secerah matahari yang menyilaukan mataku ini. Dengan asal kupeluk tubuh istriku makin dekat denganku hingga dia menindih tubuhku.
“Yah,, Aku tidak bisa bernafas pabo.”keluh Seohyun tepat ditelingaku.
“Ehm,,ini apa ya? Guling kok bisa bicara? Huah,aku mimpi apa ya?”ucapku dengan mata kupejamkan. “Kyu,,jangan bodoh. Cepat bangun, hari ini Taeng, Yoona, Dana, dan Yuri eonni mau kemari. Kau cepat mandi.”

Ucapan Seohyun berhasil membuatku bangun dan melepas pelukannya. ” Jeongmal??”tanyaku kaget dan Seohyun hanya mengangguk. “udah, cepat mandi sana. Keburu mereka datang.” Seohyun menempelkan bibirnya cepat ke bibirku dan membuatku terdiam tak bergerak. Kali ini gantian Seohyun yang tersenyum geli.

“Ma…ma…Pa…pa…”
Sebuah suara berhasil membuatku dan Seohyun menghentikan keromantismean kami. Bayi tampan yang lucu dengan bonekanya menatap kearah kami. Satu Malaikat kecil tersenyum manis kearah kami. “Hyun Joo~aa tampan sekali. Anak Appa sudah mandi ya. Appa kangen Hyun Joo. Ayo Appa gendong.”ucapku beranjak dari posisi tidurku mulai mendekati buah hatiku dengan Seohyun.
“weittss, Appa yang bau tidak boleh mencium Hyun Joo yang wangi. Hyun Joo sama Seomma dulu.”seru Seohyun menggeretku ke kamar mandi.
GEE… GEE.. GEE.. BABY.. BABY.. BABY..



Bel rumah berbunyi saat Seohyun menyeretku masuk ke kamar mandi. Dengan segera Seohyun membuka pintu rumah.
“SEOHYUN~AAA,,OUR SISTER. WE REALLY MISS YOU.”gelegar suara yang dapat kudengar dari kamar mandi yang kuyakini pasti dari dua noona iparku yang sangat gila, Taeyeon dan Yoona.
“Seohyun~a,, kemana Kyuhyun?”tanya seseorang yang kuyakini pasti Teuki hyung.
“Oh, dia masih mandi. Mungkin setelah ini selesai.”
“OMO,,Joroknya suamimu itu Seohyun~a.”komentar yang kurasa dari Taeyeon noona. Awas kau noona !
Aku keluar dari kamar mandi dan berjalan kearah ruang tamu. Kulihat sudah banyak manusia berkumpul dirumahku. “Huah,,adik iparku yang tampan. Kau makin tampan saja mirip Hyun Joo.”ucap Yoona noona memeluk Hyun joo yang duduk dipangkuannya.
“Noona ini bagaimana? Hyun Joo tampan itu mirip aku, bukan aku mirip Hyun Joo.”kesalku menjawab pertanyaan bodoh noona ipar. Entah mengapa, tiap dua noona iparku bertamu ke rumah, aku selalu merasa menjadi orang bodoh sesaat.

“Maafkan istriku adik ipar. Dia ini rada error sejak kandungannya menginjak usia 5 bulan.”terang Ki Bum Hyung yang tersenyum kearah istrinya.
7 bulan lalu Ki Bum Hyung dan Yoona noona menikah, karena pekerjaan Ki Bum hyung mereka memutuskan menetap di Paris dan baru beberapa hari ini ada di Seoul. Saat ini Yoona noona juga sedang hamil 5 bulan anak pertama mereka. Hal ini juga terjadi pada Taeyeon noona, setelah menyelesaikan program studinya 6 bulan lalu, Taeng noona memutuskan menikah dengan Junsu hyung yang seorang dokter. Mereka berdua memutuskan pindah ke Incheon karena permintaan orang tua Junsu Hyung namun seminggu lalu mereka kembali ke Seoul. Saat ini Taeng noona juga sedang mengandung buah hatinya dengan Junsu hyung yang berusia 5 bulan.
“Hyun Joo~a,, sini sama Eomma. Kasihan Yoona Ahjummah lagi hamil. Nanti adek bayinya nangis gara-gara Hyun joo.”ajak Seohyun yang mengangkat Hyun Joo dari Yoona noona.
“Pa..Pa..”
Hyun Joo memanggilku, tangannya berusaha menggapai-gapai diriku. Kusentuh tangan mungil malaikat kecilku dan pindah duduk di sebelah Seohyun. “Hyun Joo~a,, kau ingin bersama Appa?”tanyaku pada bayi yang sibuk bermain tanganku.
“OMO…Junsu~a lihat. Mereka bertiga harmonis dan so sweet. Kyuhyun begitu perhatian pada anaknya. Kau harus seperti dia nanti jika anak kita lahir.”cerocos Taeyeon noona bersandar di bahu Junsu Hyung dan menatap takjub kearah kami. Seohyun memberikan Hyun Joo padaku karena jagoanku ini ingin bermain denganku.
“HOEK..HOEK..HOEK..”suara mual terdengar kompak dirumahku. Semua yang ada di ruang tamu menatap kearah dua orang yeoja yang duduk bersebelahan. “Yuri dan Dana Eonni kenapa? Apakah kalian?? Kalian hamil?”kaget Seohyun yang mulai mengembangkan senyum di bibir tipisnya. “Hahahaha, kau benar Seohyun~a. Istriku dan Yuri sedang mengandung sebulan.” kali ini Teuki hyung yang menjawab pertanyaan istriku.
“Omo,, Hyun Joo~a akan dapat banyak sepupu. Jagi~kita akan dapat banyak keponakan.”heboh Seohyun menatap Hyun Joo dan aku secara bergantian. “Eonni~a,, ayo kuantar ke kamar mandi. Kalian pasti ingin muntah. Memang trisemester pertama masa kehamilan sangat menyusahkan Eonni~a.” lanjut Seohyun penuh antusias.
“Anio~,, gwenchana Seohyun~a, aku sudah lebih baik.”ucap Dana noona yang diiyakan Yuri noona.

“Kyu,, sebenarnya tujuan kami kemari ingin meminta bantuanmu.”ucap Siwon Hyung kepadaku. “Ada apa hyung? Katakan saja. Aku pasti membantumu jika aku bisa.” Aku sibuk memperhatikan Hyun Joo yang mulai belajar berjalan.
“Bisakah aku dan Teuki hyung les privat mengurus anak denganmu??”

Pertanyaan Siwon Hyung membuatku kaget sampai aku melepaskan pegangan tangan mungil Hyun Joo.
“MWO?? Les PRIVATE??”

“KYU OPPA….HYUN JOO….”
Teriakan Seohyun mulai mengalihkan perhatianku. Kulihat bayi yang berdiri di belakangku. Anakku berusaha menggerakkan kakinya.

1 Langkah..
BRUKK…
Hyun Joo terduduk dilantai. Aku hanya tersenyum lebar melihat Perkembangan Hyun Joo.” KyuPa,, Bayi kita sangat hebat. Dia mulai belajar berjalan. Lihat, pertumbuhannya sangat pesat.”gembira Seohyun yang langsung menggendong Hyun Joo dan menciuminya.
“AKU MAU ANAKKU KAYA HYUN JOO. SEHAT DAN LUCU. Ayo Seohyun,, ajari kami merawat bayi. Ayo kita belajar bersama mengurus bayi kita.”teriak Yoona dan Taeng noona menghancurkan gendang telingaku.
“Ah, apakah Aku dan Dana eonni bisa ikut?”tanya Yuri noona takut-takut pada istriku. Seohyun tersenyum lebar kearah eonni-eonninya, “Tentu saja. Kita akan belajar bersama.”

“Bagaimana denganmu Kyu? Istrimu mau menjadi guru istri kami. Apa kau juga mau?” Teuki hyung bertanya padaku. Aku bingung harus mengatakan apa.
“Tentu saja,, Oppadeul tenang saja. Suamiku yang paling tampan ini akan mengajari oppadeul.” Kubulatkan mataku menatap Seohyun yang melingkarkan tangannya di lenganku. Tatapan tak berdosanya benar-benar tak dapat kutolak, dengan terpaksa kukatakan iya walau aku sendiri tak yakin apa aku akan mampu.
“Bagus,, kalau begitu Aku dan Ki Bum dapat bergabung juga dengan club Kyuhyun.”girang Junsu hyung makin membuatku pusing.

“Ok, kita adakan pembelajaran setiap hari Sabtu dan Minggu. Tetapi untuk murid Kyuhyun oppa hanya di hari minggu karena suamiku ini sangat sibuk.” Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran istriku.
“Baiklah, kita akan mulai di minggu ini bagaimana?”tanya Siwon hyung yang diangguki semua orang.

# # # #
“Kyu,, bagaimana caranya selalu perhatian pada anak kita?”tanya Junsu hyung padaku yang sibuk melatih Hyun Joo berjalan.
“Hyungdeul,, sebenarnya tidak ada hal khusus yang harus kita lakukan untuk anak kita. Cukup dengan perhatian, kasih sayang, dan kepedulian dari kalian. Anak kita pasti akan dekat dengan kita jika kita selalu mendekati mereka, hyungdeul juga harus memantu noonadeul mengurus anak.” Teuki, Siwon, Kibum, dan Junsu hyung sibuk memperhatikan istri-istri mereka yang berlatih menggendong bayi dengan Seohyun.
“Mungkin kau benar Kyu, kau ini sudah dewasa ya.” Siwon hyung menepuk-nepuk bahuku dan Tersenyum. “Hyung bagaimana sih? Aku ini memang sudah dewasa. Aku seorang ayah, Hyung.”

Sementara aku sibuk mengajari para hyungku menggendong bayi. Seohyun sudah sibuk memberikan senam kehamilan untuk Dana, Yuri, Taeyeon, dan Yoona noona. “Seohyun~a,, perutku terasa sakit sekarang. Sudah ya, istirahat dulu.”keluh Yoona noona.
“Aigo Eonni bagaimana sih? Senam ini untuk kesehatan bayi dan merenggangkan otot-otot kewanitaan agar mudah melahirkan.”jawab istriku menasehati kakak perempuannya.

“Lalu, biar anakku mirip Hyun Joo, bagaimana?”tanya Yuri noona asal. “Ah, kalau itu tergantung gen. Eonni tahu sendirikan? Aku cantik dan suamiku sangat tampan. Jadi anak kami pasti sangat sempurna.” Seohyun mulai tertawa melihat muka Yuri eonni yang dongkol.
* * * * *

“Hyun Joo~a sayang,, kenapa disini? Appamu mana nak?”tanya Seohyun saat melihat bayi mungil merangkak kearahnya. “ASTAGA,, Sudah jam 8 malam. Eonnideul ini sudah sangat malam, kasian suami kita telah menunggu kita.” Seohyun terkaget saat melihat jam di dinding. “Hohoho, kau benar Seororo. Belajar menggendong, memandikan, bermain dengan bayi sangat menyenangkan. Senam yang kau ajarkan dan obrolan serta gosip hari ini memang benar-benar membuat kita lupa waktu. Ayo, kita cari suami kita.”ajak Dana noona pada semua yeoja yang ada di ruang tamu. “Ah, Jagiya Eomma… Appamu ada dimana?” Seohyun mulai bertanya pada bayi digendongannya. Hyun Joo mulai menarik-narik kecil baju Seohyun dan menunjuk-nunjuk ke satu arah. Seohyun mengikuti petunjuk Hyun Joo dan di ikuti yang lain.
“OMO,, My Honey…”heboh Yoona noona saat melihat suaminya. “Jagiya bangun.” Dana noona mulai menggoyang-goyang tubuh Teuki hyung. Aku yang sedari tadi pura-pura tidur mulai merasakan seseorang menindih tubuhku. “Ayo Hyun Joo~a,, pukul perut Appa, ayo pukul biar Appa bangun,, Dus,, dus,, dus.” kurasakan seseorang menggerakkan tangan mungil untuk memukul-mukul kecil perutku. Dengan enggan mulai kubuka kedua mataku. Sepasang mata bulat jernih menatap polos kearahku dengan senyum lucunya,
ri jam 4:42
Seorang wanita cantik memegang badan mungilnya juga tersenyum manis kearahku. “Hore,, Anak Eomma hebat sekali bisa bangunin Appa.”seru Istriku yang mengangkat Hyun Joo.
“Oh, kami pikir istri-istri kami lupa akan kami. Anak masih dalam perut saja sudah menyita perhatian ibunya. Ini appanya juga minta diperhatikan.”ucap Teuki Hyung melirik Dana noona.
“OH, JADI CERITANYA CEMBURU ?”tanya kompak Dana, Yuri, Taeyeon, Yoona noona dan Seohyun. “Gimana gak cemburu? Kami gak diperhatiin, gak di kasih makan, sampai-sampai dibiarkan tidur disini.”cerocos Siwon hyung dengan alis berkerut. “Sudah-sudah kita pulang saja. Kasian itu keponakanku yang paling ganteng gak bisa tidur.”ucap Taeng noona melirik Hyun Joo yang ada digendongan Seohyun. “BAIKLAH.”

Setelah mengantarkan para noona dan Hyung, Aku, Seohyun, dan Hyun Joo masuk ke ruang tengah. “Ehm,, ehm,, yang jadi guru? Suami tercinta sampai dilupakan.” kusindir Seohyun yang mencari remote TV. “AIGO,, Suamiku cemburu ya? Jangan gitu sayang, kita harus saling menolong.”ucap Seohyun tak menatapku. “Iah tahu, tapi apa baik membiarkan suami mati kelaparan.”aku mendekati Seohyun dan berbicara dengan sedikit berbisik di telinganya. “OMO,, Mianhae oppa. Ok, aku masakin dulu ya. Jaga Hyun Jooku ya.”ucap Seohyun meninggalkanku dengan seorang bayi yang menatap polos kearahku.
*******************************
Seohyun berlari ke kamar Hyun Joo yang sedang menangis. Tapi, anakku langsung tersenyum ketika melihat ibunya. Dengan mata bulat jernihnya dia menatap aku dan Seohyun. “Hyun Joo~a,, kita sekarang pergi lihat adek bayi ya? Dana dan Yuri Auntie punya adek bayi untuk Hyun Joo.”ucap Seohyun mulai melepasi pakaian Hyun Joo untuk bersiap-siap mandi.
“Ne, benar kata Eomma. Sekarang Hyun Joo, Krystal, Taemin akan punya saudara baru. Hyun Joo harus baik pada adik baru ya?”nasihatku pada balita yang memasuki usia dua tahun ini.

“Ne”
Sudah hampir dua tahun usia Hyun Joo, dia sudah tumbuh besar. Keponakanku juga semakin bertambah banyak, Yoona noona dan Ki bum hyung memberikan 1 keponakan cantik bernama kim soo jung atau Krystal. Bayi Krystal sangat lucu, Hyun Joo suka sekali mencubit-cubit anak perempuan Ki Bum Hyung. Sedangkan dari Taeyeon noona dan Junsu Hyung, aku mendapatkan seorang keponakan laki-laki bernama Kim JongHyun. Bayi JongHyun sangat tampan seperti Appanya. Hyun Joo juga sangat menyukainya, tak jarang dia menjambak rambut bayi mungil itu sampai menangis. Jika itu sudah terjadi, maka Seohyun akan memukul pelan tangan Hyun Joo.
“Pa..pa.. Krys..Jong..saeng…mana ?”sapa Seseorang menarik-narik celana kainku pelan. Aku berjongkok mendekatinya, kucium pipi kirinya yang Chubby mirip Seohyun. “Uhm.. Anak Appa wanginya. Udah siap berangkat? Kita ke tempat Krys..Jong..saeng.” Aku tersenyum kearahnya. Hyun Joo mulai menarik-marik lengan kemejaku menuju arah mobil yang terparkir di halaman. “Ok,, Appa gendong Hyun Joo ya?”
“An…io.. Joo jalan…”
“Baiklah jagoan kecil.”
# # # # #
Aku dan Seohyun bergandengan masuk ke dalam rumah sakit. Setelah mendapat kabar dari Siwon hyung, kami segera bergegas menuju kamar inap Dana dan Yuri noona.
“Pa..pa..apa ini?”tanya Hyun Joo yang tenang dalam gendonganku. “Ini lift Jagiya. Ini bisa naik dan turun.”terang Seohyun yang masih berpegangan tangan denganku dan mulai membersihkan remahan biskuit di sekitar mulut Hyun Joo.

“Nah, sampai. Ayo kita lihat adik baru.”seruku keluar
dari lift. “Pa..pa.. Krys..Jong..saeng”rengek Hyun Joo menyebut kedua bayi itu. “Iah, nanti ada Krys dan Jong saeng.”terangku pada Hyun Joo. Aku dan Seohyun memasuki ruang 139, tempat dirawatnya Dana dan Yuri noona.
Terlihat jelas dua namja yang pasti adalah dua hyungku sibuk menciumi bayinya. “Wah, Dana dan Yuri eonni chukae. Wah, Lucu-lucu sekali anak kalian.”komentar Seohyun saat Teuki dan Siwon hyung memamerkan anak mereka.
“Tentu saja. Choi Taemin memang paling tampan.”ucap Teuki hyung menyombongkan anaknya.
“Hahahaha, Dan pasti choi Luna yang paling cantik.” Siwon hyung tetap tak mau kalah.
“Tapi yg paling the best hanya Hyun Joo.” Aku juga tak mau kalah dari mereka.
“ANDWAAAEEE”
“Anak kami paling keren.”
PLETAKK
Seohyun memukul kepalaku, Teuki, Siwon hyung bergantian menggunakan majalah tebal. “Kalian jangan seperti anak kecil. Ini rumah sakit.”
“DASAR ADIK IPAR GILA.”kompak TeukWon hyung. “OPPA, DEWASALAH. Kasian anakmu, ayahnya bodoh seperti kalian.”ucap Dana noona menatap dua namja pabo di hadapannya.
“Haish, kalian ini ribut sekali. Istri baru melahirkan sudah bikin pusing.” Seseorang mulai berbicara dan ternyata adalah Taeyeon noona beserta Junsu hyung, JongHyun, Yoona noona, Ki Bum Hyung, dan Krystal di belakangnya.
“Krys…Jong..Saeng…” Hyun Joo mulai rame lagi saat melihat dua bayi di gendongan Junsu dan Ki Bum Hyung.

“Pa..pa..mereka.” Kudekatkan Hyun Joo ke bayi Krys dan Jong. Hyun Joo kuarahkan untuk mencium kedua bayi itu. “Pa..Pa.. Saeng”celetuk Hyun Joo yang menarik topi Krys dan Jong.
“HUAH,,HYUN JOO~A ANDWAE…”teriakan Taeyeon dan Luna menangis bersamaan.
OOEEEKKK

Kali ini tak hanya Junsu dan Ki Bum hyung yang panik tetapi juga Siwon dan Teuki hyung. “Eotteokhae? Luna menangis. Eotteokhae Yuri~a”panik Siwon hyung. “cepat bawa kemari oppa. Luna sama eomma dulu.”
“Dana~a eottokhae? Taemin nangis. Aku harus apa?” Teuki hyung tak kalah bingungnya. “Molla,, aku juga tidak tahu oppa. Aku tak pernah mengurus bayi.”
Ucap Dana noona makin membuat Teuki hyung bingung. Seohyun yang tahu segera mengambil ahli Taemin,”sudah biar aku yang menenangkan Taemin.”
“Kyu,, bawa keluar anakmu itu. Tangannya tak bisa diam. Aku takut setelah ini dia akan mencubit pipi Krystal atau menjambak rambut JongHyun. Cepat bawa keluar Hyun Joo.”usir Taeng noona padaku.
Hyun Joo hanya menatapku aneh. “Kau disini sama Appa ya, kau nanti dimarahi lagi jika masuk.”ucapku menurunkan Hyun Joo dari gendongan dan menggandengnya berjalan. Baru beberapa langkah kami berjalan, seseorang memanggil kami.
” Kyupa…Hyun Joo jagi…”

“Ma..ma..” senyum mengembang di bibir mungil Hyun Joo. Wanita semampai itu menghampiri kami. “Oppa, kita pergi jalan-jalan yuk. Aku tadi sudah berpamitan pada semuanya. Mereka sudah menyuruh kita membawa pulang Hyun Joo. Ayo kita jalan-jalan. Hyun Joo mau?”tanya Seohyun yang langsung mendapat anggukan Hyun Joo.
“Baiklah, kita beli ice cream ya.” Seohyun mulai menggandeng tangan kanan Hyun Joo sedangkan aku di tangan kirinya. Kami berjalan bersama sambil tertawa dan menyanyi gembira.

* * * * *
Disebuah cafe ice cream Baskin Robin, kota Seoul kami bertiga duduk bersama menikmati ice cream kami. Ice cream adalah makanan favorit Hyun Joo. Dia sangat menyukai berbagai macam ice. Didepan kursi Hyun Joo terdapat 1 wadah besar penuh dengan ice cream vanilla sedangkan Seohyun memilih ice cream strawberry dengan aneka buah. Aku sendiri hanya memesan ice cream cappucino vanilla. “UHMM,, Hyun Joo akan habis semuanya?”tanya Seohyun yang mendapat anggukan Hyun joo yang sibuk dengan ice creamnya.

“Pa..pa..Ma..ma..Joo..bikin adik. Joo punya adik.”celetuk tiba-tiba Hyun Joo.
“UHUK…” Aku dan Seohyun saling memandang dan membuang muka. Aku mulai garuk-garuk leher yang tak gatal begitupula Seohyun.”Pa..pa,.Joo mau.”
“Tanya Eommamu.”
“Ma..ma..Joo..mau..saeng.”
“Appamu yang menentukan sayang.”jawab Seohyun tersenyum. Kini giliran aku melirik Seohyun dan mendekati Hyun Joo,”Ne..Kami akan buatkan adik bayi untuk Hyun Joo.”jawabku yakin seraya Menatap Seohyun dengan Evil smileku. Seohyun tampak bingung dan kaget. Rona merah sangat terlihat jelas di kedua pipinya yang chubby.
# # # # # # #

Dua bulan sudah Hyun Joo merengek meminta adik baru. Sejujurnya, aku dan Seohyun belum siap memiliki momongan baru.
“Pa.. Pa.. Adik Joo harus seperti Krys dan Jong.”celoteh Hyun Joo yang sudah belepotan ice cream. “Ne, nanti Appa bikinin. Sekarang mandi dulu,ya?”tawarku mulai mendekati Hyun Joo

“PA..PA..bohong.”teriak Hyun Joo berlari-lari mengelilingi rumah. “Mwo? Anak nakal, cepat kemari.”selaku mengejar Hyun Joo.
Hyun Joo mulai menaiki anak tangga,”HIAPP.. Dapat.”kugendong Hyun Joo masuk ke dalam kamar mandi. “hanya mandi saja, kau sudah merepotkanku. Mengapa kau selalu membuat Appa pusing saat kita hanya berdua?.,,”
* * *
Handuk mungil masih tergantung di leherku,t-shirt putih dan celana olahraga biru tua. Setelah menidurkan Hyun Joo, aku sibuk mengaduk coffe latte hangat buatanku. Pekerjaanku ini. Kegiatanku terhenti saat bel pintu rumahku berbunyi.

“OMO,, Kau basah jagi. Pakai ini untuk mengeringkan rambutmu.”kejutku melihat istriku basah kuyup di luar rumah dan kuberikan handuk yang tergantung di leherku padanya. “Gomawo Kyupa..”ucapnya tersenyum langsung masuk rumah dan menuju kamar mandi. Sementara Seohyun sibuk membersihkan diri setelah kehujanan karena pulang dari rumah Taeyeon noona, Aku masih asik menikmati cappucino dengan ditemani televisi.
“KYU OPPA…”
Teriakan Seohyun berhasil menghancurkan kesenanganku. “WAE JAGI ?? Waeyo?”tanyaku setengah kencang didepan pintu kamar mandi. ” Aku lupa, Oppa bisa bawa handuk kering kemari? Aku tidak mengunci pintu kamar mandi, Oppa langsung masuk saja.”ucap Seohyun berhasil membuatku menelan ludah.
GLEEK…
Masuk Kamar Mandi Istriku? Mengapa tiba-tiba terasa canggung dan grogi begini? Ya Tuhan, Apa yang kau fikirkan Choi Kyuhyun.
“Pa..pa..Joo..mau adik.”
Ucapan Hyun Joo terniang-niang jelas dipikiranku. Kenapa aku berpikiran kotor seperti ini? Ini pasti karena sugesti Hyun Joo yang selalu minta adik.

” Seohyun~a,, ini handuknya.” Aku masih berdiri didepan mandi. Aku ragu untuk masuk ke kamar mandi. “Oppa masuk saja. Tidak dikunci.”
Dengan ragu aku buka klop pintu kamar mandi. Seorang yeoja sedang sibuk bermain busa di bathub. Fuih, syukurlah. Kufikir dia…
“Oppa letakkan disana saja. Gomawo jagiya.”serunya tersenyum padaku. Tiba-tiba ide mengerjainya muncul begitu saja. “Seohyun~a istriku. Kenapa tiba-tiba rasanya aku ingin mandi lagi ya? Aku boleh ikut mandi denganmu? Mumpung Hyun Joo sudah tertidur.”ucapku menggoda dan mendekatinya. Seohyun menatapku dengan mata bulatnya yang melebar.”KYAAA…MANIAK..ANDWAEEE.. OPPA KELUAR.”teriakan Seohyun yang melempar-lemparkan air ke arahku hingga bajuku basah.

- – - * – - -
“Haish, dasar istri gila. Tidak tahu apa jika aku baru saja ganti pakaian. Huh,,kenapa malam ini dingin sekali.”ucapku mulai melepas T-shirt putihku yang basah karena ulah Seohyun. Kubuka lemari pakaian dikamarku dan mulai mencari T-shirt yang kering dan bersih.
KLEKK

Seorang wanita berjalan berjinjit memasuki kamarku hanya dengan menggunakan handuk. Rambut panjangnya basah.
“Seohyun~a ??”tanyaku menatapnya bengong. “OPPA?? Kau sedang apa? YAH,,KAU TELANJANG ?”teriaknya menutup matanya dengan tangan kanannya. “ANIO, Aku hanya mencari pakaian baru. Bajuku basah karenamu. ” Aku memanyunkan bibirku dan kembali sibuk mencari baju. “Oppa, kau bisa cepat tidak? Aku mau ganti pakaian.” Seohyun masih berdiri didepan pintu. “Aku ini suamimu. Sudah hampir dua tahun kita menikah. Kau ganti baju disitu saja. Tak perlu malu denganku.”jawabku asal dan terkekeh. “Anio, yasudah. Aku akan ganti di kamar Hyun Joo saja. Cepat menjauh dari lemari. Aku akan mengambil baju baru.”ucapnya mulai mendekatiku. Aku berdiri dan…

BRUKK

Kusandarkan tubuh Seohyun di tembok putih kamar kami. Kutatap matanya dalam. “Oppa, kau mau apa? Posisi kita sangat tidak nyaman. Kau jangan membuatku deg-degan seperti ini oppa.”ucap Seohyun jujur dan sedikit takut. Benar kata Seohyun, aku juga tak mampu membohongi jika jantungku juga Jantungku juga berdegup kencang. Entah apa yang ada di otakku, kurasa aku sudah tidak dapat berfikir lagi.

CHU

Kucium lembut bibir mungilnya. Seohyun membalas ciumanku dan mengalungkan kedua tangannya dileherku. Kupeluk pinggang rampingnya dan mendekapnya di dadaku. “Jagiya,, kita kabulkan permintaan Hyun Joo ya? Aku ingin jadi orang tua yang baik untuk anak kita.”ucapku saat melepas ciumannya dan mulai membelai wajah lembutnya. Seohyun menatapku kaget lalu dia tersenyum dan mengangguk. Kugendong istri tercintaku ke atas ranjang kami.

STOPPPP ! ! !
AUTHOR udah dag-dig-dug mau copot nie jantungnya. Gak bisa ngebayangin Seohyun yang hanya pake handuk dan Kyuhyun yang hanya pakai celana olahraga. Sampai disini saja ya, Aku gak bisa nulis NC, gak berani dan gakk siiaapp. Adegan selanjutnya kuserahkan pada Readers agar bisa berimajinasi sendiri.
XD

1 komentar: